Sunday, January 31, 2016

Teman Dekat Pengaruhi Pendapatan


Masih ingat dengan ungkapan hadits yang mengatakan jika berteman dengan penjual minyak wangi, maka dia akan ikut terkena wangi dari penjual tersebut, begitu pula jika ia berteman dengan pandai besi, dia akan merasakan panas bara api.

Ternyata, hubungan seorang teman dekat bukan hanya sebatas pergaulan sosial belaka. Lebih dari itu teman dekat membawa pengaruh akan besar pendapatan yang dimiliki seseorang. 

Dalam satu seminar Ippho Santosa menjelaskan tentang menghitung pendapatan melalui teman dekat. Caranya, cari sepuluh teman terdekat yang kita miliki, kemudian wawancarai satu per satu dari mereka tentang jumlah gaji yang dimilikinya. Setelah itu, jumlahkan semua gaji mereka dan cari rata-ratanya. Tepat! rata-rata gaji sepuluh teman dekat kita adalah pendapatan yang kita miliki. 

Dari logika ini dapat difahami bahwa, jika sepuluh teman dekat yang dimiliki berpenghasilan kecil, otomatis gaji yang kita miliki juga kecil. Dan begitu juga sebaliknya. Makanya tidak heran jika mahasiswa hanya memiliki pendapatan yang rendah karena kebanyakan teman dekatnya adalah mahasiswa juga. 

Kenapa bisa seperti itu? Pada dasarnya ini adalah Law of Attraction, hukum tarikan. Teman dekat dengan pendapatan besar sejatinya akan menulari virus untuk bekerja lebih giat , memberikan tips dan trik untuk mendapatkan gaji yang lebih besar. Misalnya, di SMA kita memiliki beberapa teman dekat. Saat bertemu disebuah acara reunian, kita melihat mereka sukses dengan usahanya masing-masing. Paling tidak, sebagai manusia normal teman-teman dekat kita itu akan memberikan kunci-kunci suksesnya. Saat intensitas pertemuan dengan mereka semakin sering. Otomatis tarikan positif untuk menjadi lebih baik akan semakin besar.

Tetapi bagaimana jika kita hanya dikelilingi oleh teman-teman dekat dengan penghasilan biasa-biasa saja. Solusinya, masukan variabel luar kedalam lingkaran pertemanan kita. Artinya cukup perbanyak teman dengan kondisi ekonomi yang baik. Jika itu terjadi maka rata-rata penghasilan kita akan naik. 

Namun ini bukan berarti kita hanya mencari teman yang kaya. Maksudnya, kita menambah teman  lain didalam lingkungan teman-teman dekat. Analoginya seperti ini, jika kesepuluh teman dekat kita mempunyai gaji satu juta per bulan. Maka rata-ratanya adalah satu juta , yang berarti itulah pendapatan kita. Namun jika diantara sepuluh teman dekat kita, ada dua orang dengan penghasilan lima puluh juta per bulan, maka rata-rata gaji mereka dan juga menjadi nilai gaji kita adalah sepuluh juta lebih.

Namun, bagaimana cara menggabungkan variabel luar itu kedalam lingkaran pertemanan kita?. Salah satu tips yang disampaikan oleh Ippho Santosa adalah datang ke seminar-seminar pengusaha yang mahal, bawalah kartu nama dan bertukarlah dengan mereka. Walaupun modal awalnya berat, tapi percayalah ini sangat efektif dan benar-benar mujarab. Layak untuk dicoba.
Read More

Monday, January 18, 2016

Menulis Karena Cinta

Habiburrahman El-Shirazy

Karya-karya besar lahir dari perasaan cinta. Ditulis dengan penuh kehangatan dan kelembutan. Bahkan malaikat pun iri dan mengiringi penulisnya dengan doa. Karya-karya besar itu lahir atas dasar cinta. Cinta kepada Allah, cinta kepada Al-Qur'an, cinta kepada Rasulullah.

Dahulu, orang tak mengenal ilmu kaidah bahasa Arab, sebab secara struktural mereka telah memahami betul tanpa perlu mempelajarinya. Namun diperiode selanjutnya Islam semakin berkembang. Konstantinopel ditaklukan, Damaskus, Persia bahkan Palestina. Berbondong-bondong pula orang masuk Islam. karena dari bahasa dan dialek yang berbeda, maka pembelajaran kaidah-kaidah bahasa Arab dirasa sangat perlu. Oleh khalifah Ali bin abi thalib meminta Abu Aswad ad-duali untuk meramu ilmu ini, yang sekarang dikenal dengan ilmu Nahwu dan Sharaf. Ingat karena cinta ia terlahir.

Muhammad Bin Ismail al Bukhari yang lebih dikenal dengan imam Bukhari , oleh para ulama menyepakati kitabnya sebagai kitab rujukan nomor dua setelah Al-Qur'an. Sedikit kisah bagaimana karya emas ini lahir, dikisahkan oleh Ibnu Hajar Al-asqalani melalui kitab Fathul Bari. Bahwa imam Bukhari suatu ketika bermimpi bertemu dengan Rasulullah yang saat itu memakai jubah berdebu, lantas kemudian imam bukhari mendekat dan membersihkan debu-debu yang ada pada jubah Rasulullah. Bangun dari tidurnya imam bukhari kemudian mencari seseorang yang mampu membaca takwil mimpinya, bertemulah ia dengan ulama yang menjelaskan perihal takwil tersebut. Darinya imam Bukhari mengetahui jika takwil tersebut adalah isyarat untuk membersihkan hadist-hadist Rasulullah dari hadist palsu. Lantas mengembaralah ia kesemua tempat yang pernah didengarnya terdapat orang yang meriwayatkan hadist hatta terkumpul 6600 hadist, diseleksi dan dibukukan dalam kitab yang kita kenal dengan Shahih Bukhari. Lagi-lagi cintalah penggeraknya.

Menulis tanda berkembangnya peradaban

Ada dua konsep menarik tentang peradaban manusia. Kita mengenal sebuah pengertian sejarah atas dsasar telah mengenal tulisan, dan pra sejarah adalah kebalikannya. Jadi ini logika awal sebuah peradaban dikatakan sebagai peradaban yang maju. Selanjutnya peradaban yang mampu mentransformasikan nilai-nilai menulis dalam lingkungannya akan menjadi peradaban yang lebih unggul dibanding yang lainnya.

Saat perhatian khilafah islamiyah terhadap menulis begitu besar, Islam terpandang dan mulia. Pernah utusan romawi datang ke Damaskus untuk sebuah urusan, ia begitu terpesona dengan keindahan kota tersebut. Dilihatnya peradaban yang menakjubkan dan aneka perkembangan yang tak didapatinya di negerinya. Sedang dinegaranya, mandipun masih menggunakan daun.

Islam sendiri memandang membaca dan menulis adalah sesuatu yang tinggi dan bernilai. Surat Al-alaq 1-5 menggambarkan ini. Bahkan dalam sirah kita dapati saat perang badar, Rasulullah akan membebaskan para tawanan dengan bayaran yang terbilang mahal, namun ada pengecualian khusus kepada para tawanan yang mampu membaca dan menulis. Mereka bisa bebas dengan syarat mengajarkan kemampuannya kepada masyarakat.

Tulisan  mampu merubah

Dalam surat An Naml terdapat kisah menarik, nabi Sulaiman menulis surat kepada ratu Biqlis, penguasa kerajaan Saba'. Ia menyampaikan kepada ratu tersebut untuk datang kepadanya dan masuk Islam. Dan semua tahu, pada akhirnya ratu serta pengikutnya yang  menyembah matahari menyatakan beriman kepada Allah.

Seorang yahudi bernama Benyamin Ze-ev atau dikenal dengan Theodore Herzl, menulis sebuah buku The Jewish State dengan semangat untuk mengumpulkan seluruh yahudi yang tersebar didunia dalam naungan sebuah negara yahudi bernama Israel. Melalui buku tersebutlah sebuah konferensi yahudi sedunia diadakan untuk merumuskan negara zionis. Dan 1948 negara tersebut berdiri di Palestina.

Tsu zu, siapa yang tak kenal namanya. Bahkan penguasa, menteri, CEO, dan siapa saja yang ingin memahami tak mengalahkan lawan dengan strategi perang, haruslah membaca buku tersebut. Dan tak dapat dipungkiri Tsu Zu telah membawa pengaruh yang luas terhadap peradaban manusi. Walau dirinya sudah beratus tahun meninggal dunia.

Menulislah, karena dengan menulis kita akan membawa perubahan dan menjadi salah satu aktor dari peradaban. Cukupkan dengan cinta karena ia yang akan menjadi energinya.

(Terinspirasi dari ceramah Habiburrahman El-Shirazy di Jerman)

Read More